You (Chapter 1)

You 1

 

Im Yoona | Lee Jonghyun | Choi Minho | Choi Sooyoung

by Dixsy

Cerita ini ditulis berdasarkan hasil pemikiran dan ide dari penulis. Jika ada kesamaan cerita bukanlah hal yang disengaja. Tokoh-tokoh yang ada juga sesuai dengan apa yang dibayangkan penulis.

**

“Yoona..”

Suara itu tidak asing di telinga seorang gadis yang kini sedang membaca sebuah majalah di salah satu meja yang ada di taman sekolahnya. Laki-laki yang tadi memanggilnya kemudian menghampiri gadis cantik yang duduk sekitar lima meter darinya, kemudian ia duduk di sebelah gadis berwajah datar yang tadi dipanggilnya.

Im Yoona. Ya, gadis yang dipanggil oleh laki-laki itu adalah Im Yoona. Seorang gadis cantik tanpa ekspresi yang sering sekali menyendiri di salah satu meja taman sekolahnya.

Siapa yang tidak mengenal Im Yoona? Oh ayolah jangan bercanda. Semua orang di Hannyoung Senior High School ini mengenal gadis cantik itu. Bahkan Im Yoona mempunyai fansclub yang tidak diketahuinya. Fansclub yang menamai diri mereka dengan “yoonaddict” ini terdiri dari laki-laki. Mengapa begitu? Jawabannya sangat sederhana, jika mereka sangat menyukai Yoona yang menurut mereka seperti seorang dewi yang diturunkan dari langit. Bagi Yoona sendiri itu adalah pernyataan yang sangat berlebihan. Ia sangat cuek kepada laki-laki yang membuatkan fansclub untuknya. Atau bahkan ia tidak menyukai hal itu.

Dan siapa laki-laki yang kini berada disebelahnya? Namanya Minho, Choi Minho. Seorang laki-laki yang sangat mengenal Yoona sedari kecil, sebenarnya Minho satu tahun lebih muda dari Yoona. Bahkan ia sangat tau persis apa yang disukai atau tidak disukai oleh seorang dewi sekolahnya itu. Laki-laki ini mempunyai perhatian yang lebih kepada Yoona. Bahkan semua gadis di Hannyoung Senior High School ini selalu bermimpi diberikan perhatian lebih oleh seorang Choi Minho. Tapi tidak dengan Yoona. Gadis itu bahkan secara terang-terangan menolak perhatian Minho sedari dulu karena ia tahu jika Minho adalah seorang yang seharusnya menjadi adiknya.

“Sedang apa disini?” tanya Minho dengan nada yang sangat lembut dengan senyuman dari bibirnya yang memperlihatkan berlipat-lipat ketampanannya yang bisa membuat gadis manapun terpesona.

Yoona hanya melirik laki-laki di sebelahnya, kemudian gadis itu kembali sibuk dengan majalahnya. “Kau tidak melihat aku sedang apa?” tanya gadis itu kembali tanpa ekspresi.

Minho kembali tersenyum. Laki-laki itu menatapi wajah cantik Yoona. Tidak ada yang berubah dalam penglihatannya, Yoona masih sama seperti dulu. Seorang gadis cuek dan tanpa ekspresi.

“Kapan kau akan bosan menatapiku?” tanya Yoona yang sudah menutup majalahnya dan melihat kearah Minho.

“Kau tau jawabannya nona Im, aku tidak akan pernah bosan menatapimu,” jawab Minho dengan santainya.

Tetap dengan ekspresi datarnya, Yoona menatap mata Minho, “Tidakkah kau punya kerjaan lain selain menggangguku? Ah dan satu lagi, lebih sopanlah sedikit kepadaku Choi Minho~ssi.”

Mulut gadis ini memang sangat tajam, tapi lagi-lagi Minho hanya bisa kembali tersenyum tanpa membalas perkataan Yoona. Bukannya tidak sanggup, tapi ia selalu mengalah. Ia tau jika Yoona sudah berada di puncaknya, puncak emosinya meluap. Tetapi Minho tidak ingin emosi gadis itu meluap karena ia menyukai wajah datar seorang Im Yoona.

Kemudian gadis itu pergi meninggalkannya. Minho hanya bisa menatapi kepergian gadis itu tanpa perlu mengejarnya, karena baginya sudah cukup hari ini berada di dekat gadis yang selama ini telah mengambil hati laki-laki tampan itu.

“Sampai kapanpun aku akan tetap menyukaimu Noona..”

 

**

 

Suara alunan gitar terdengar sangat merdu dari sebuah ruangan musik di salah satu kelas dari Hannyoung Senior High School. Nada-nada dari petikan gitar tersebut mengalunkan lagu yang telah diciptakan oleh si pemilik gitar.

Tiba-tiba suara langkah kaki masuk begitu saja dan permainan gitar itu dihentikan.

“Wae? Kenapa kau hentikan eoh?” tanya seorang gadis yang masuk kedalam ruangan itu.

“Aku merasa terganggu jika ada dirimu di sini,” jawab laki-laki si pemain gitar itu.

Gadis itu terkekeh, dan kemudian ia duduk di samping si laki-laki. Kemudian mengambil gitar dari tangan laki-laki tersebut dan mencoba untuk memainkannya.

“Haishh.. sudah ku bilang kau salah meletakkan jarimu nona Choi.”

Gadis itu kembali terkekeh dan berhenti memetik gitar milik lelakinya. “Arra.. aku hanya ingin menggodamu tuan Lee. Kau tau? Kau selalu sibuk dengan gitarmu hingga kau lupa jika kau akan menghampiriku ke ruang dance siang ini,” kata si gadis dengan mengerucutkan bibirnya.

Lee Jonghyun, laki-laki si pemilik gitar itu, kemudian menepuk keningnya. “Ahh ya aku lupa jika tadi aku sudah mempunyai janji denganmu,” sesal Jonghyun. “Mungkin karena aku lebih mencintai gitarku, jadi aku lebih memilihnya,” goda Jonghyun sehingga membuat gadis bermarga Choi itu menggerutu karena kekasihnya sendiri lebih memilih sebuah gitar yang bahkan tidak secantik dan semenarik seorang Choi Sooyoung.

Jonghyun hanya tertawa melihat ekspresi yang dtunjukkan kekasihnya. Walaupun baru sebulan menjalin hubungan dengan Sooyoung, tetapi Jonghyun sudah mengenal bagaimana sifat kekasihnya itu.

Ya, tiga bulan yang lalu mereka saling mengenal. Tepatnya mereka bertemu di sebuah festival musik yang di selenggarakan oleh Hannyoung Senior High School. Bertemu di salah satu stan makanan, membuat mereka menjadi akrab satu sama lain. Dan setelah dua bulan kedekatan mereka membuat mereka menanamkan benih-benih cinta. Kemudian sebulan yang lalu, Jonghyun mengungkapkan perasaannya kepada Sooyoung yang akhirnya perasaan itu dibalas oleh seorang Choi Sooyoung.

“Yak! Kau balas menggodaku eoh!?” kesal Sooyoung yang membubarkan ingatan Jonghyun akan tiga bulan yang lalu.

Jonghyun tersenyum sangat manis yang menampilkan lesung pipinya, “Aku tidak menggodamu nona Choi. Lebih baik sekarang kita makan siang, karena aku yakin kau belum makan siang. Ah ani.. perutku juga belum diisi karena aku habis berpacaran dengan gitar kesayanganku,” goda Jonghyun kembali.

“Yak!!! Lee Jonghyun kau ingin mati!!!???”

 

**

 

 

Hari itu kelas berakhir seperti biasa pada pukul lima sore. Choi Minho masih sibuk menunggu gadis yang selama ini disukainya didepan kelas gadis itu. Ya, siapa lagi kalau bukan Im Yoona, gadis yang selalu dipujanya. Sedangkan gadis yang ditunggunya dari tadi masih sibuk dengan buku-bukunya yang ia masukkan ke dalam tas.

Setiap saat pada saat pelajaran pun Minho selalu datang ke kelas gadis itu. Minho bertindak sesuai dengan hatinya, walau berkali-kali gadis itu menolak perhatiannya. Bahkan ia pernah meminta ayahnya untuk memindahkan kelasnya di kelas Yoona sewaktu sekolah dasar karena rasa sukanya terhadap Yoona dan laki-laki itu selalu ingin melindungi Yoona. Hanya saja guru-guru disekolahnya tidak setuju karena umur Minho dan juga belum waktunya Minho mendapatkan pelajaran dikelas Yoona.

“Ekhm..” deham lelaki tampan itu yang kini berdiri di depan meja Yoona saat guru keluar kelas.

Yoona mendongakkan kepalanya dengan wajah datar tanpa ekspresi ingin mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh laki-laki yang ada di depannya.

“Nona Im, apakah kau dijemput Kim ahjussi?” tanya Minho tetap tak mengalihkan pandangannya dari Yoona.

“Iya..”

“Bagaimana jika aku yang mengantarkanmu pulang? Aku akan menelfon Kim ahjussi untuk meminta izin.” Minho menaikkan satu alisnya, berharap Yoona akan menganggukkan kepalanya.

“Tidak perlu, terimakasih.”

Gadis itu berlalu dari hadapan Minho. Sedangkan Minho? Ia hanya bisa menghela napas, mencoba bersabar untuk yang kesekian kalinya. Ya, Yoona sering menolaknya dan juga bersikap tak acuh padanya.

“Yoona..” kejar Minho.

Yoona berbalik dan menatap tajam Minho, “Minho~ssi sopan lah sedikit. Kita tidak seakrab itu hingga kau berani memanggilku seperti itu.”

Skakmat. Minho hanya bisa terdiam menatap gadis pujaannya dengan lirih. Ia tahu bahkan sangat tahu jika seharusnya ia memanggil Yoona dengan sopan, tapi apa salahnya jika ia ingin terlihat lebih akrab dengan Yoona?

 

**

 

Diluar hujan sangat deras. Jonghyun dan gadisnya masih menunggu hujan, tetapi hujan tidak akan berhenti hingga malam nanti.

“Jonghyun~ah.. apakah kita akan menunggu disini terus?” tanya gadis cantik itu dengan mengerucutkan bibirnya.

Jonghyun yang melihatnya hanya terkekeh, lucu pikir namja itu. “Kau mau kita pulang hujan-hujanan eoh?”

Sejenak gadis itu berpikir, “Asalkan hujan-hujanan bersamamu aku pasti mau,” kata gadis itu ikut terkekeh bersama Jonghyun.

“Baiklah, sepertinya putri cerewet ini sudah tidak betah menunggu di sekolah dengan pacarnya..”

Jonghyun kemudian membuka jaketnya yang membuat Sooyoung kebingungan.

“Kenapa kau buka jaketmu eoh?”

Jonghyun tersenyum, kemudian lelaki itu menutupi kepalanya dan gadisnya dengan jaket itu. “Karena aku tidak ingin gadisku basah kuyup sebelum sampai dimotor, cukup perjalanan pulang saja kita bermain hujan. Aku tidak mau kau sakit..”

Pipi Sooyoung memanas, ia tidak tau apa yang kini dirasakan oleh hatinya. Ini bukan kali pertamanya hatinya berdegup melihat senyuman Jonghyun. Ia tau jika Jonghyun hanya miliknya, dan Jonghyun tak akan berpaling darinya. Sampai kapan pun Sooyoung akan selalu membuat Jonghyun berada di sampingnya.

Berlari bersama Jonghyun adalah kebahagiaan bagi Sooyoung. Seperti saat Jonghyun menyatakan cintanya, di tengah hujan.

 

**

 

Di dalam mobil, Yoona menatap keluar jendela. Melihat dua sejoli yang sedang berlari di tengah hujan. Tatapannya tetap datar, bahkan ia sangat mempercayai jika hari ini dua sejoli itu bahagia maka hari selanjutnya akan ada yang tersakiti.

“Dua orang yang bodoh..” gumamnya.

 

To be continue…

Advertisements

4 thoughts on “You (Chapter 1)

  1. Adakah alasan kenapa Yoona bisa sedingin itu??Kasihan juga Minho yang selalu ditolak Yoona.Jonghyun kekasih Soyoung??Kirain Jonghyun kekasih Yoona hehehe😁😁.Ini cerita Jongyoon kan thor…???😊.Ditunggu kelanjutannya dan juga moment Jongyoonya…😊😊😉😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s