[Ficlet] Lullaby

Ficlet - Lullaby

 

Author : Dixsy

Im Yoona | Lee Jonghyun

Inspired by Onew ft. Rocoberry – Lullaby

Sleep well tonight, my dear

Lay down the burden on your shoulders

It’s nothing but my gift to you

Is only this song

 

Mereka selalu mengatakan jika aku dan dia sangatlah berbeda berdasarkan status sosial yang kami miliki. Akan tetapi entah bagaimana aku bisa menikah dengannya, walaupun banyak sekali orang yang menentang, tak terkecuali kedua orangtuaku.

Banyak rintangan yang telah kami hadapi. Dari awal aku mengenalnya, ia adalah gadis pekerja keras dan gadis baik-baik yang dapat mencuri hatiku hanya pada pandangan pertama. Gadis dengan baju lusuhnya yang bekerja di toko kelontong, yang juga selalu mengantarkan botol-botol susu ke rumah-rumah bermodalkan sepeda yang bagiku itu sudah tidak layak. Bermula dari pertemuan pertama ini hingga kini aku bisa memilikinya.

Ia bahkan tidak pernah memandangku, tapi aku yang selalu berusaha mendapatkannya hingga sekarang ia menjadi istriku.

Ku lihat wajahnya yang pucat pasi, badannya semakin hari semakin kurus, dan matanya yang terlihat sayu kala menatapku. Wajah lelahnya yang tergambar di dalam otakku. Istriku yang malang. Dia begitu lelah dengan dunia fana yang kejam ini. Pernahkah ia mengeluh akan kejamnya dunia ini? Tidak. Ia selalu meyakinkanku jika kami bisa melewati semuanya.

 

Sleep well tonight, my love

As you are tightly held in my arms

I pray that I can protect your pretty smile

Good night, my love

 

Ku usap air matanya yang menetes. Ia masih menatapku dengan wajah penyesalannya.

“Jonghyun~ah, apa kau bahagia hidup denganku?” tanyanya yang membuat jantungku berpacu. Aku tidak dapat menjawabnya karena hati ini selalu berkata bahwa aku sangat sangat bahagia hidup dengannya, aku bahagia telah memilikinya dan dapat mencintainya.

Aku hanya dapat memeluknya dalam dekapanku. Kuletakkan kepalanya didadaku. Aku bisa mendengar suaranya yang sesenggukan.

“Maafkan aku, Jonghyun~ah..”

Ku belai rambutnya yang mulai menipis. Tidak, jangan meminta maaf karena kau tak pernah melakukan kesalahan, istriku hanya batinku yang dapat berkata, bibirku tak dapat bergerak.

“Tersenyumlah, dear, aku merindukan senyumanmu.”

Ia mendongakkan kepalanya hanya untuk melihatku. Entah apa yang kurasakan melihat senyuman tulusnya walaupun ia memaksakan senyuman itu dibalik kesakitannya. Sungguh, aku sangat menyayanginya. Aku tidak peduli apa pun yang akan terjadi nanti. Hatiku tetap miliknya.

 

Sleep well tonight, my dear

You did such a good job today

Even though you were alone, even though you were lonely

I am right here (can you hear me?)

 

“Tidurlah, aku akan menjagamu disini..”

Tidak, jangan tidur istriku karena aku tidak sanggup melihat kenyataannya. Tidak, jangan tutup matamu karena aku masih ingin melihat bulan di kedua mata rusa itu.

“Jonghyun~ah..”

“Hmm?”

Ku lihat mata nya mulai berat untuk tetap terbuka, tapi ia masih berusaha keras agar mata rusa itu menatapku. Tolong, jangan keluarkan airmatamu Jonghyun karena yang seharusnya kini kau lakukan adalah menguatkannya.

“Jonghyun~ah, hiduplah bahagia setelah ini. Carilah kebahagiaanmu yang sebenarnya.”

Kepalaku menggeleng tidak setuju dengan ucapan wanitaku. Tidak ada yang membuatku sebahagia sekarang, tidak ada. Hanya kau istriku. Tolong jangan katakana itu.

Tak terasa air mataku menetes, kupeluk erat wanita yang kini ada didekapanku. Tangisku pecah.

 

Sleep well tonight, my dear

Put down that heavy burden

I pray that your pained heart will be comforted (I pray)

Good night, my love

 

Aku tahu ini adalah waktunya aku melepasnya. Walaupun sangat berat rasanya, tapi dia akan tersiksa jika terus menahan semua kesakitan ini. Biarlah aku yang merasakan kesakitan itu asalkan wanitaku kembali menampilkan senyumnya yang cantik.

Aku juga tahu kini ia telah melihat malaikat yang selalu dibicarakan orang. Malaikat bersayap putih yang menjulurkan tangannya untuk menjemput wanitaku. Aku tidak ingin melihatnya. Sengaja kututup mata ini dan memeluk wanitaku lebih erat.

Tidak, kini aku merasakan kesakitan.

Seolah waktu memainkanku. Rasanya baru kemarin aku menemukannya. Rasanya baru kemarin aku menikahinya dan berjuang melewati segala rintangan bersamanya, tapi sekarang tidak ada napas yang berhembus mengenai kulitku.

Tidak, Tuhan. Secepat itukah?

Tuhan berikanlah tempat paling nyaman untuknya disana. Kembalikanlah senyumnya, walaupun aku tidak dapat melihatnya, berbicara dengannya ataupun merengkuhnya dalam pelukanku, tapi sampaikan padanya jika aku akan selalu menyimpannya dalam hati dan pikiranku.

 

My love, you

Good night

 

“Jaljayo, Im Yoona.”

 

FIN

Advertisements

One thought on “[Ficlet] Lullaby

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s